What makes a Hero?

on Saturday, February 02, 2013


I really love this short movie! You must watch it first before you read this.

Beberapa bulan lalu saya ingat pernah menonton di NGC, klo tidak salah. Disitu ada penelitian, apakah setiap kita memiliki 'benih DNA Hero'. Mereka melakukan penelitian terhadap beberapa sukarelawan, dan menggunakan rumusan mereka sendiri, disimpulkan, ada yg punya dan ada yg tidak punya. Orang-orang yg dinyatakan tidak punya 'DNA Hero' ini, mereka kelihatan cukup sedih. Sains sudah memutuskan demikian buat mereka. Tak ada harapan buat mereka bisa menjadi seorang Hero.
Hmm. Saya tidak setuju.
Menurut saya, setiap kita adalah HERO! Seorang superhero bukanlah seseorang yg punya kelainan genetika, berkostum keren, gak sengaja kena radiasi nuklir dan akhirnya punya kekuatan super, atau seorang mutant, atau hanya khusus yg memiliki 'DNA Hero'. No!
Kita bisa menjadi seorang hero, tanpa kita memiliki kostum yg keren. Kita bisa menjadi seorang hero, tanpa kita bisa terbang dulu. Kita bisa menjadi seorang hero tanpa kita harus digigit laba-laba hasil rekayasa genetika dulu. Kita bisa menjadi seorang hero, tanpa kita dinyatakan harus memiliki 'DNA Hero' dulu.
Hanya dibutuhkan keberanian dan hati untuk melakukannya. Setiap kita punya 'benih hero' tersebut di dalam diri kita masing-masing. Tapi tidak semua orang mau mengaktifkannya.
Masih banyak orang di luar sana yg butuh hero-hero untuk menolong mereka. Ada anak-anak kecil yg tidak bisa menikmati pendidikan yg layak. Ada orang-orang yg membutuhkan donor untuk membantu operasi mereka. Ada orang orang yg membutuhkan encouragement karena ditinggalkan orang yg mereka kasihi.

Pertanyaannya, apakah kita bersedia mengaktifkannya? You choose.

Hero mode .... log in!

1 comments:

sensor parkir mobil said...

nice sharing sob...thx ya...