So Cute ... Oh ...

on Wednesday, July 28, 2010

Jam Anti Air

on Sunday, July 18, 2010
Si Cewek : "Jam kamu itu anti air gak? "
Si Cowok : "Anti air donk!"
Si Cewek : "Coba dites, siram pake air, beneran anti air gak?"
Si Cowok : "Jangan donk! Anti air blom tentu harus dicoba dengan air ya. "
Si Cewek : "Hloo .... klo gitu jam kamu gak terbukti bener2 anti air donk!"
Si Cowok : "Ehmm .... "

Sebuah percakapan imajinatif di kepala saya
- 17 Juli 2010 di A&W, 19.43 WIB -

Salahkan Media atau Penontonnya?

on Friday, July 02, 2010
Pagi ini saya baca berita di sini, mungkin berita lama, ada seorang pria India yang menggugat Axe karena selama 7 tahun dia pakai produk Axe, tetapi tetap aja gak ada satupun wanita yang tertarik dengan dia, bahkan untuk minum kopi bareng dia aja engga ada yang mau. Trus, mungkin saking frustasinya, dia coba menarik perhatian pembantunya, yang lagi bertengkar dengan suaminya dan udah tinggal sendirian selama setahun lebih. Dia pakai semua produk Axe trus tampil telanjang di depan pembantunya. Reaksi si pembantu? tuh cowok digebukin pake sapu.
Beberapa hari ini media kita juga dihebokan, katanya ada video Ariel lagi part III bareng BCL. Saya eneg banget ama semua berita tentang Ariel ini. Hampir semua televisi menyiarkan berita ini. Mau gak mau semua orang pasti membicarakan ini, bahkan nyari semua video2nya. Efeknya? anak-anak kecil yang notabene pikiran mereka masih curious dengan segala sesuatu yang baru, mau gak mau ikut2an dicekoki hal2 beginian yang semestinya blom cukup umur untuk dikonsumsi mereka. Kabarnya juga ada 33 kasus perkosaan karena video itu. Parah.
Inget jaman kasus Miyabi yang mau datang ke Indonesia dulu, yang katanya mau bikin film di Indonesia?! media gembar-gembor sana-sini. Orang tua, pegawai kantoran, tukang becak, dan anak2 kecil pada nyari tau siapa itu Miyabi. Tinggal buka Google, ketik 'Miyabi', dan semuanya bisa diakses di situ, bahkan video2nya.
Sebenarnya, yang salah siapa seh? Media atau kitanya, sang penikmat berita dan hiburan televisi? Klo kita salahkan ke media, mungkin mereka akan jawab gini : "Lho, jangan salahin kita donk. Kan, kita cuma menyajikan apa yang penonton mau. Coba klo kita tayangkan sajian2 mengenai perkembangan petani dan koperasi Indonesia? hancur rating kita. Tapi klo kita berikan tayangan2 yang "begitu"? naiklah ratingnya. Penonton suka. Kita untung.
Gak sepenuhnya salah media, kita juga ikut menentukan. Seharusnya sebagai penonton kita lebih bijak mengkonsumsi mana yang baik mana yang enggak.
Saya suka dengan sikap MetroTV, karena 14 Juni lalu di Headline News pukul 05.00 WIB mereka tanpa sengaja menampilkan adegan porno karena ada kesalahan IT. Mereka meminta maaf ke KPI dan bangsa Indonesia. Mereka terima konsekuensi dari KPI, menghentikan tayangan Headline News pukul 05.00 WIB selama 7 hari berturut-turut dan diwajibkan meminta maaf secara terbuka dan lisan kepada publik selama 3 hari berturut-turut. Ini salah satu contoh sikap media yang baik, yang mau terlibat untuk memberikan sajian bermutu bagi penontonnya.
So, bagaimana menurut kamu?!

Oh Mario

on Tuesday, June 29, 2010

Taken from : 9gag.com

Salah satu postingan saya yang gak penting ... yah itung2 ada apdet dikit lah, sekalian mengenang game favorit saya di Nintendo jaman SD dulu. *Click on the image for the better resolution* ^ ^

Clients From Hell

on Friday, June 04, 2010
Client: ”Can you make the ‘About Us’ link say ‘About Us - Everyone welcome’?”
Me: “Sure, but…why?”
Client: ”I’m afraid people might not know they’re allowed to click that link. They might think it’s private. We need them to know it’s okay for them to go there.”
Me: ”But none of the links on your site are private. Why are you concerned with that specific one?”
Client: “Good point. You’d better add ‘Everyone welcome’ to all the links on the site.”

Taken from : Clients From Hell

Indonesia Dua Besar Birokrasi Terburuk di Asia

on Thursday, June 03, 2010
Sekilas tadi pagi pas browsing2 di yahoo, saya menemukan sebuah berita yang membuat perasaan di hati ini tergugah dan gelisah.halah.

Indonesia berada pada nomor urut kedua setelah India sebagai negara dengan birokrasi paling tidak efisien di Asia, dalam sebuah survey. Prosedur untuk perizinan dan persetujuan pemerintah begitu bertele-tele dan rumit hingga menyusahkan warga negara dan menghambat investasi asing.
Menurut survey Konsultan Risiko Ekonomi dan Politik (PERC) terhadap eksekutif bisnis ekspatriat ini, ranking Indonesia disebabkan oleh kegagalan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam reformasi, yang dipengaruhi mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
“Meski Presiden SBY mengantongi mandat dari rakyat, ia tidak mempunyai cukup kekuatan untuk mereformasi birokrasi Indonesia,” ujar Konsultan dari Hong Kong ini. Banyak birokrasi di beberapa negara Asia yang menjadi ‘pusaran kekuatan’, membuatnya bisa melawan kekuatan reformasi oleh politikus dan pemerintah.
Sekitar 1,373 eksekutif ekspatriat menengah dan senior berpartisipasi dalam survey yang menilai 12 negara dan teritori kritikal di Asia ini. Mereka menggunakan skala 1 hingga 10, dengan 10 menjadi nilai terburuk.
India mendapat nilai 9,41, diikuti Indonesia (8,59) dan Filipina (8,37). Sedangkan peringkat pertama untuk negara dengan birokrasi terbaik ditempati oleh Singapura (2,59) dan Hong Kong dengan nilai 3,49.
Sumber : Di sini

Nah, bener kan, ini juga yg saya sering alami, dan mungkin kamu juga sering kok, birokrasi di negara tercinta kita ini ribet banget. Ngurus KTP, SIM, STNK, Passport, bahkan pesen taksi di airport, yang seharusnya lebih simple untuk dilakukan malah jadi ribet bet bet bet.
Gak heran banyak calo atau makelar kasus bertebaran di mana-mana, semakin memupuk pertumbuhan mereka yg semakin menjamur. *ngomong opo tho aku ini?!!*
Saya malah punya kenalan, seorang arsitek yang cukup idealis, yang sangat membenci birokrasi. Dia paling males untuk mengurus surat-surat perizinan, proposal project, tetek bengek, dsb. Maybe emang karena birokrasi di negara kita ini sistemnya jelek.
Sekali lagi birokrasi itu tidak buruk, bahkan harus, itu adalah sebuah sistem supaya semua bagian berjalan teratur pada tempatnya dan semestinya, tapi bukan berarti sistem yang seharusnya praktis, malah semakin menjadi menyulitkan kita tho?!
Saya berharap ke depannya sistem birokrasi di negara kita ini bisa diperbaiki lebih baik lagi. Itu harapan kamu juga kan?! *nyengir optimis*

Pada Suatu Malam

on Thursday, April 29, 2010
Kedua tangan itu saling berpegangan dan menggenggam mesra. Mata mereka saling beradu pandang. Tersenyum. Sesekali mata mereka menjelajahi interior ruangan restoran yang dibalut dengan furniture kayu bernuansa etnik. Sembari bercakap-cakap perlahan.
Bukan. Mereka bukanlah sepasang muda-mudi mabuk asmara yang sedang berkencan. Sepasang tangan itu sudah renta. Keriput di kulit mereka cukup untuk menunjukkan bahwa pasangan suami istri ini sudah lanjut usianya. Sang suami perawakannya lebih kurus daripada sang istri. Aku menebak-nebak, mungkin usia mereka sekitar 50-an.
Istrinya sesekali menoleh ke arah seorang gadis kecil yang duduk di sampingnya. Gadis kecil ini parasnya cantik, rambutnya panjang sebahu. Mungkin ini anaknya, karena wajahnya mirip. Tubuhnya meliuk ke kanan ke kiri. Dia memutar-mutar bola matanya. Tertawa. Mereka saling bercanda. Melengkapi kehangatan keluarga ini.
Sebenarnya aku sangat ingin mendengar hal-hal apa saja yang mereka bicarakan. Tetapi suara obrolan dan tawa keras dari tiga pemuda di meja seberang membuat aku tidak bisa mendengar percakapan keluarga ini dengan jelas.
Rupanya menu pesanan sudah datang di meja mereka. Porsi yang mereka pesan sebenarnya adalah porsi untuk satu orang. Tetapi mereka memesan satu porsi untuk bertiga. Mereka tampak sangat menikmati hidangan mereka. Hmm ... sebuah kesederhanaan dan keromantisan bertemu, menyentuh sekali.
Aku sangat suka sekali menyaksikan pemandangan keluarga-keluarga yang sedang makan bersama. Entah di sebuah rumah ataupun di restoran. Bagaimana mereka makan, bagaimana mereka bercakap-cakap, atau bahkan ada juga yang gak saling ngobrol satu sama lain. Menarik sekali, bagaimana kita bisa mengetahui dalamnya hubungan sebuah keluarga di atas sebuah meja makan.
Eh, tapi ka .... darimana kamu bisa tahu klo mereka itu sepasang suami istri dan seorang anak?! bisa jadi kan klo mereka itu kakek nenek dan cucunya .... atau si anak itu anak dari sodaranya ... atau mereka adalah sepasang pengasuhnya?!
Aku gak tahu. Aku cuma menebak-nebak saja. Lagipula gak sedikit juga kok pasangan suami istri yang baru menikah di usia separuh baya, sehingga ketika anak mereka beranjak remaja, sang orangtua sudah keliatan tua sekali.
Entahlah. Entah tebakanku ini benar atau tidak, aku tidak tahu. Kalaupun tebakanku salah, aku juga tidak akan pernah merasa tertuduh. Karena aku suka pemandangan seperti itu.
Sebuah kesederhanaan dan keromantisan bertemu di atas meja makan.

Selasa, 27 April 2010 - 19.35

Aku Ingin

on Friday, April 16, 2010
Beberapa waktu lalu, pada saat saya sedang blogwalking, saya nemu sebuah puisi yang dituliskan dalam sebuah blog di sini. Sebuah puisi karya Sapardi Djoko Damono berjudul "Aku Ingin"

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

Puisi ini dibuat pada tahun 1989 dan dimuat dalam buku kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul "Hujan Bulan Juni". Puisi ini memang pendek, tapi maknanya sangat dalam.
Kalau buat saya, puisi ini kenangan banget, pas saya masih sekolah dulu *uhukkk ... *
Saya lupa klo gak salah saya pernah denger puisi ini dari sebuah film, film apa ya judulnya ...?!
Ada yang bisa bantu saya mengingatnya ... ??

Saya Kangen Lari Pagi

on Friday, April 09, 2010
Udah lama banget saya gak lari. Saya ingat dulu pas masih di Semarang, saya suka banget lari pagi. Saya ingat di dekat rumah saya itu terbentang sawah dan banyak pepohonan. Jadi kebayang kan segarnya udara pagi dan basahnya embun di saat itu?
Cuma setelah saya bekerja di ibukota, saya hampir gak pernah lagi lari pagi. Sampai beberapa hari yang lalu saya mulai putuskan untuk kembali lari pagi. Saya paksakan diri saya buat bangun jam 5 pagi. Kangen. Saya kangen lari-lari di saat matahari belum terbit. Saya kangen udara segar dan embun pagi. Saya kangen hawa dingin yang menusuk tubuh di kala lari. Dan pagi itu saya kembali berlari. Walaupun cuma beberapa menit trus berhenti ngos-ngosan. Hehe.
Tadi pagi saya baru saja menyelesaikan beberapa putaran *tepatnya beberapa langkah* lari ngelilingin stadion Gelora Bung Karno bareng temen-temen kantor. Yup, kantor saya ada acara jogging pagi dan rencananya tiap beberapa minggu sekali. -Bagus deh, biar kita ada gerak dikit neh badan. Klo kelamaan di depan komputer melulu bahaya juga-
Enaknya klo pas hari kerja gini, Senayan lebih sepi dibanding pas weekend. Pernah saya lari pas weekend, ramenya minta ampun. Itu kayaknya se-Jakarta pada olahraga di Senayan semua. Dari yang jogging, sepeda-an, taichi, senam pagi, skateboarding, sampe ada yang kampanye segala, pake mobil bak terbuka full speaker, bawa massa pula! Duh ... masa lari pagi bisa macet juga!
Tapi tadi gak rame, kebanyakan yang lari-lari di sana orang-orang yang udah pada tua. kakek-kakek nenek-nenek gitu. Saya jadi lebih menikmati lari pagi saya. Apalagi kemarin malam abis hujan. Jadi pepohonan dan rerumputan di stadion ini masih basah. Hmmm .... rasanya menyenangkan. Minggu depan saya akan berlari lagi ...

I always loved running ... it was something you could do by yourself, and under your own power. You could go in any direction, fast or slow as you wanted, fighting the wind if you felt like it, seeking out new sights just on the strength of your feet and the courage of your lungs.
-Jesse Owens-

Melayang di Atas Ibukota

on Tuesday, March 30, 2010
Pengen nge-rasain melayang sejenak sambil melihat pemandangan di atas Jakarta?! coba klik di sini. Ini sedikit screen-shoot-nya
Jadi ini semacam Virtual Tour gitu, kata temen kantor ini ambil gambarnya pake balon. Yang mengasikkan dari virtual tour ini, kita bisa interaksi pake mouse. Bisa digeser-geser untuk melihat sekeliling, kanan kiri atas bawah. Untuk Zoom in pake Shift dan Zoom out pake Ctrl *untuk Windows*
So, daripada penasaran, cobain aja melayang-layang sebentar di atas Bundaran HI!

Nge-Gombal Everyday

on Monday, March 29, 2010
"Eh, aku boleh pinjem hape kamu gak?"
"Boleh. Emang buat nelpon siapa?"
"Aku mau nelpon Tuhan, mau kasitau Dia klo malaikatNya ada yang jatuh di hadapanku."

Itu adalah salah satu dari ribuan rayuan gombal yang pernah saya dengar. Pas nge-dengernya saya ngakak seabis-abisnya. Gombal banget gak seh?! hahahaha .... Saya pernah gak ya se-gombal itu ke gebetan saya?! ehemmm ... cuma saya sendiri yang bisa menjawab pertanyaan itu.
Btw, saya barusan dapet sebuah situs dari temen yang isinya cuman rayuan-rayuan gombal, http://www.anjinggombal.com/ . Pas saya baca ...... hwahahahahaha ..... ketawa guling-guling .... kamu juga bisa follow twitternya kok di http://twitter.com/anjinggombal. Siapa tau kamu bisa ada tambahan database buat rayuan-rayuan maut kamu makin tajam. Hahahaha .... asli itu rayuan2 parah banget!
Tapi, klo kamu sudah menikah, rayuan-rayuan seperti ini tiap hari ke pasangan kamu malah mungkin bisa bikin hubungan kalian makin berwarna. Bener gak?! Misal, ajak pasangan kamu dinner, sambil sementara titipin si kecil ama babysitter, trus km bilang ke dia, "Sayang, kamu punya sidejob sebagai hakim ya? Abis kamu menjatuhiku Hukuman seumur hidup, Seumur hidup sama kamu terus ..... dan aku rela untuk menghabiskan sisa hidupku bersamamu ..... *trus kasih dia bunga* ....... haaiiyaaaaaaa ....... seru kan?! -atau ada kemungkinan juga malah dia bakal bilang, "Apaan seh loe .... udah tua juga ... malu tauuukkkk .... !!!
Hahaha .... it's OK seh klo nge-gombal buat pasangan kita masing-masing, toh itu mungkin juga salah satu bahasa cinta kita ke pasangan kita masing-masing -walaupun norak- and maybe suatu saat nanti saya juga bakal kasih gombalan-gombalan saya ke calon istri saya kelak. hehehe ....
*melanjutkan menulis rayuan-rayuan gombal lagi di catatan*

Blogger Jenius

on Friday, January 22, 2010
Beberapa hari ini saya sering banget jadi tempat bertanya arah jalan oleh orang-orang yang kesasar. Misalnya, beberapa hari yang lalu pas lg parkir motor, ada orang yang tiba-tiba brentiin motornya di depan saya trus nanya,

"Mas klo Universitas Mercu Buana ke arah mana ya?"

"Wah saya kurang tau mas ... maaf ... " , sahut saya *dalem hati, saya sendiri ini juga lg kesasar kok, makanya ini sambil parkir motor, saya juga lagi nginget2 arah jalan pulang lewat mana ya?! hehe ... *

Trus barusan tadi pagi mo berangkat ke kantor, di perempatan lampu merah deket Blok M, ada juga yang nanya,

"Mas, Komdak lewat mana ya?"

"Ehm .... klo gak salah ke arah kiri deh, yang mo ke arah Sudirman ... " , jawab saya agak ragu, sambil berusaha mengingat2 Komdak itu di belahan Jakarta sebelah mana ya.

"Oh bukannya lurus ya mas?" *Hlooo ... dia yg nanya kok malah dia yg kasitau saya?!*

"Ehm ... klo gak salah seh ke kiri deh mas ... klo yg lurus saya gak tau deh itu ke mana ... " , jawab saya, semakin ragu2.

"Lho bukannya lurus ya .. ?" *yahhh ... mene ketehe .... *

Duh, jadi gak enak juga klo saya ditanya tapi gak tau jawabannya. Apalagi untuk mengingat jalan dan nama daerah itu, saya tipe orang yg butuh waktu loading yg cukup lama. Gak mungkin kan saya nyuruh dia pinggirin motornya dulu, trus nungguin saya nginget2 Komdak itu dimana.
Lagian, dari sekian banyak pengendara motor yg ngantri di perempatan lampu merah ini, kok bisa2nya dia milih nanya ke saya ya?! yg notabene cuman tau daerah Kebon Jeruk dan sekitarnya. Emangnya di motor saya ada tulisan "INFORMASI dan PENERANGAN" ya?! hehe. Mbok nanyanya yg gampang2 aja. Misal, "Mas klo mo ke arah RCTI lewat mana?". Maka saya akan dengan senang hati menjawab, "Mas, Anda ini sudah kesasar terlampau jauh, untuk itu saya menyarankan Anda untuk pulang saja dan mengulangi rute berangkat Anda yang tadi, tapi sebelum berangkat Anda bisa minta petunjuk jalan dari orang-orang terdekat yg Anda kasihi dan sayangi." Hehe.
Sebenarnya ada cara sederhana untuk kita bisa menajamkan otak dan bikin kita bisa mengingat hal-hal yg simple, seperti contohnya tadi, nama jalan misalnya. Baru dapet tadi pas browsing, ini dia :

1. Jarang atau tidak sama sekali mengonsumsi minuman beralkohol
2. Menonton siaran televisi kurang dari 1 jam per hari
3. Membaca novel
4. Mengisi teka-teki silang
5. Mengkonsumsi ikan
6. Minum teh atau kopi
7. Memiliki dan tentunya menulis buku harian

Ini didapat dari riset Para Peneliti Australia yg melakukan penelitian terhadap 29.500 orang yg memiliki daya ingat yg luar biasa, dan orang-orang ini ternyata memiliki 7 kebiasaan dan aktivis yg sama, yaitu yg sudah saya tulis di atas tadi.
Jadi, nge-blog itu juga bikin otak kita tambah tajam kan?! bukannya nge-blog itu sama dengan kegiatan menulis, menulis buku harian. Hehe. So, guys ... keep blogging ya!!!

Kamu itu Unik

on Wednesday, January 13, 2010
Haha ... geli juga ngeliat picture di atas. Gak sengaja nemunya. Kamera Nikon dg fasilitas face detection. Gak tau juga ini emang beneran iklan-nya Nikon ato kerjaan orang iseng bikin funny picture ginian.
Pernah nyadar gak, bahwa wajah saya itu ternyata tampan bangettt ?!! Oke ... itu garing, statement yang gak penting banget. Ehm, begini maksud saya, pernah gak kita bertanya-tanya, dengan begitu banyaknya jumlah manusia di muka bumi ini, sadar gak bahwa kita punya bentuk muka yang berbeda-beda. Kita punya muka yang masing-masing itu unik.
Saya dulu ingat semasa saya kecil, bagi saya wanita yang paling cantik itu Desi Ratnasari. Tau kan Desi Ratnasari?! Desi Ratnasari yang pelantun lagu Tenda Biru itu. hehe. Jadi dulu itu saya taunya semua cewek itu biasa-biasa aja, kecuali Desi Ratnasari. Ternyata setelah saya beranjak dewasa, saya baru nyadar, begitu banyak wanita-wanita cantik selain Desi Ratnasari. Bahkan beberapa dari mereka kecantikannya melebihi Desi Ratnasari. Coba hitung, sudah berapa kali saya menuliskan nama Desi Ratnasari di atas? Bisa bayangkan kan klo dulu perspektif kecantikan saya sebegitu dibatasi oleh seorang Desi Ratnasari, sang pelantun lagu Tenda Biru?
Seiring waktu berjalan, saya selalu menemui wajah-wajah baru dan kecantikan-kecantikan baru, mulai dari teman-teman sekolah, guru, sahabat, teman ngeband, dll. Mereka semua punya wajah yang unik, berbeda satu dengan yang lainnya. Saya sampe pernah ngomong gini ama Tuhan, "Tuhan, Kau punya stok wajah banyak sekali ya?! sepertinya Engkau gak pernah kehabisan stok wajah manusia."
Coba bayangkan, dengan modal dua mata, satu hidung, satu mulut, dua telinga, Tuhan bisa menciptakan wajah-wajah unik di setiap manusia. Iya, kamu, termasuk kamu. Wajah kamu unik. Kamu menarik. Karena kamu diciptakan spesial oleh Dia. Gak ada yang seperti kamu. ^ ^